Senin, 29 Desember 2008

Save Palestine

Selengkapnya...

Selasa, 23 Desember 2008

Jangan jual kegembiraan

Seorang pria tua yang bijak memutuskan untuk pensiun dan membeli rumah mungil dekat sebuah SMP. Selama beberapa minggu ia menikmati masa-masa pensiunnya dengan tenang dan damai. Kebetulan saat itu sedang masa liburan sekolah.

Tak berapa lama kemudian, masa sekolah tiba. Dan, sekolah itu pun penuh dengan anak-anak. Suasana tenang dan nyaman menjadi sedikit berubah. Namun yang paling menjengkelkan pak Tua adalah, setiap hari ada tiga anak laki-laki lewat di depan rumah yang suka memukuli tong sampah yang ada di pinggir jalan. Mereka membikin keributan sepanjang hari dan berulah seolah-olah menjadi pemain perkusi hebat. Begitu terus dari hari ke hari.
Sampai akhirnya pak Tua merasa harus melakukan sesuatu pada mereka. Keesokan harinya, pak Tua keluar rumah sambil tersenyum lebar menghampiri
tiga anak laki-laki yang sedang asyik memukuli tong sampah. Ia menghentikan permainan mereka, dan berkata, "Hai, anak-anak! Kalian pasti suka
bersenang-senang. Saya suka sekali dengan cara kalian bersenang-senang seperti ini. Sewaktu saya masih kecil, saya juga suka bermain-main seperti
kalian. Nah, apakah kalian mau saya beri uang?"
"Mau.. mau.." sahut ketiga anak itu serempak.
"Okay, begini," pak Tua itu tersenyum. Lalu ia mengeluarkan tiga lembar
uang ribuan dari sakunya. Katanya, "Masing-masing dari kalian saya beri uang seribu. Tapi kalian harus berjanji mau bermain-main di sini dan memukuli tong sampah ini setiap hari."
Anak-anak itu senangnya luar biasa. Sejak itu setiap hari mereka "bekerja" memukuli tong sampah itu dengan penuh semangat.

Beberapa hari kemudian, pak Tua itu menghampiri dan menyambut "pekerjaan" mereka dengan penuh senyum. Namun kali ini senyumnya tampak agak sedih.
Katanya, "Nak, kalian tahu khan situasi krisis akhir-akhir ini membuat uang pensiun saya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari." Ia menarik nafas dalam-dalam. Anak-anak itu menunggu apa yang diucapkannya. Lanjut pak Tua. "Mulai hari ini saya hanya bisa membayar kalian lima ratus
saja untuk tugas kalian memukuli tong sampah ini."
Anak-anak itu tampak kecewa dengan keputusan pak Tua, namun mereka masih bisa menerimanya. Lalu mereka melanjutkan tugas mereka membuat keributan sepanjang hari.

Beberapa hari kemudian, pak Tua itu dengan wajah memelas mendekati anak-anak yang sedang memukuli tong sampah. Katanya, "Maaf, bulan ini saya belum menerima kiriman uang pensiun. Saya hanya bisa memberi kalian bertiga seribu Rupiah saja."
"Apa..? Seribu untuk bertiga?," protes pemimpin pemain tong sampah itu. "
Apa pak Tua kira kami ini mau menghabiskan waktu kami di sini hanya untuk uang segitu? Ah, yang benar saja! Pak Tua ini tidak masuk akal.
Mulai hari ini kami tidak mau lagi melakukan tugas ini lagi. Kami keluar."
Ketiga anak lelaki itu pergi meninggalkan pak Tua itu dengan bersungut-sungut.

Dan, sejak hari itu pak Tua menikmati ketenangan hingga akhir hayatnya.

Begitulah bila kita mencampur-adukkan kegembiraan hati dengan "uang gaji". Seringkali kita kehilangan keceriaan hanya karena kita menganggap "keceriaan" itu adalah sebuah pekerjaan yang dibayar, maka bila "bayarannya" berkurang maka kesenangan pun jadi berkurang.

Jangan sampai kegembiraan anda menghilang di balik beberapa lembar uang gajian belaka.
Selengkapnya...

Senin, 22 Desember 2008

Keluarga = Family

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat."Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata,"Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda."
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam,anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya
dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur.
Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku, "Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal,etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi,
sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.
Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu." "Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru.
Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu." Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun," kataku
"Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum,
" Aku menemukannya jatuh dari pohon. " "Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu;
Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.
Si kecilku berkata,"Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu."
Aku pun membalas,"Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan,kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang
keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?
Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU
Selengkapnya...

Jumat, 19 Desember 2008

Berpikir Positif

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapi, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.


Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.


Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu : "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan Ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali ia merasa nyaman
dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya.
"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan
sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
- Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
- Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
- Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
- Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi
- Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
- Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan
- Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya
saya masih mampu bekerja keras
- Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
- Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup dst....
Selengkapnya...

Kamis, 18 Desember 2008

Hal kecil untuk masyarakat kecil (silakan dilakukan & ditambah sendiri)


Mungkin hanya hal kecil, tapi belum tentu kecil bagi orang lain. So, mari kita lakukan:


1. Kalau beli majalah, jangan beli di dalam supermarket atau toko buku. Tetapi usahakan untuk membelinya dari kios pinggir jalan atau pundi lampu merah. Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang kecil.









2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di tukang sayur yang lewat di rumah daripada beli di supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah pada saat tukang sayur lewat, tetapi bisa juga kita titipkan dengan pembantu/tetangga. Agak lebih repot sedikit, tetapi uangnya akan masuk ke orang kecil.





3. Ada ! baiknya secara berkala, misalnya satu bulan sekali, kita panggil tukang nasi goreng/tukang sate yang lewat di depan rumah. Walaupun kita tidak terlalu ingin makan nasi goreng atau sate, tetapi boleh lah sekali-sekali membeli dagangan mereka.






4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati beberapa orang berjualan kue, misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Belilah. Untuk kita uangnya tidak seberapa, tetapi untuk mereka akan sangat berguna. Tentu saja jangan keseringan, karena nanti kita juga bosen.





6. Untuk yang cowok -- mungkin jika tidak terlalu pusing sama model rambut, ada baiknya mulai potong rambut di barbershop ketimbang di salon. Lumayan bisa menolong mereka.



7. Kalo mo service ke bengkel, mendingan nggak ke dealer tapi ke bengkel umum/biasa. Tapi kalau masih garansi jangan kali ya...




8. Sebulan sekali gaji yang kita peroleh bisa kita sisihkan ke yatim atau janda janda tua ! atao orang yang berhak / yang membutuhkan.




9. Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu waktu naik angkutan umum, kayak bis, mikrolet, bajai dan becak, buat nambah penghasilan mereka.


10. dst. silakan ditambah sendiri..





Kalau di dalam mailing list ini ada 30 orang, rasanya uang yang turun ke bawah cukup lumayan. Jika kita beli nasi goreng seharga 4000 rupiah satu kali sebulan, maka uang yang kita "berikan" ke orang kecil sudah mencapai 120 ribu sebulan -- itu hanya dari urusan nasi goreng.


Jadi rasanya kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini, maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa menyeimbangkan distribusi uang ke bawah.

Selengkapnya...

Senin, 15 Desember 2008

Inflasi >> Cacat bawaan kapitalisme

Menarik isi materi yg disampaikan Ustadz Felix Siauw (seorang muallaf) pada pengajian rutin kamis sore di Lt.3 Wismul mengenai Penyebab Krisis Global. Salah satunya beliau menjelaskan karena disebabkan cacat bawaan pada sistem ekonomi kapitalisme. Cacat bawaan ini dijelaskan secara sederhana seperti ini :

misal ada 4 orang A,B,C dan D :
A ceritanya pemilik dan pengelola bank
B punya duit dan menabung di bank
C dan D pengusaha yg meminjam dari bank
B menabung 1000 ke A. B akan mendapatkan bunga dari A sebesar 5% setelah 1 tahun.
C dan D meminjam masing2 500 ke A selama 1 tahun.
A mengambil bunga dari C dan D masing2 10% sehingga C dan D harus mengembalikan masing2 550 setelah 1 tahun.
Setelah 1 tahun si C bisa mengembalikan 550 sedangkan si D hanya bisa mengembalikan 450.
Mengapa? Karena uang yg beredar memang hanya 1000, karena konsep bunga itulah yg menyebabkan uang SEOLAH menjadi bertambah, padahal sebenarnya hanya menambah di satu pihak dan mencekik di pihak yg lain.
Lalu apa solusi sistem kapitalis mengatasi hal ini? Dicetaklah uang baru untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Impactnya, uang yg beredar akan semakin banyak dan terciptalah inflasi (Inflasi:naiknya harga barang akibat nilai
mata uang yg menurun bisa dikarenakan jumlah uang yg beredar terlalu banyak,defisit neraca perdagangan dan
lainnya).
Jadi, inflasi memang adalah sesuatu yg pasti dalam sistem ini. Dan ini sesuai dg statement beberapa tokohnya :
Robert A. Mundell-Peraih Nobel Ekonomi : Ketika masyarakat dunia menggunakan fiat money, maka konsekuensi logisnya mereka telah memasuki tahapan ekonomi baru yaitu inflasi abadi.
William Cobbet-Paper Against Gold : Utang Nasional dan Inflasi adalah anak sistem uang kertas (fiat money).
Jelas sekali peringatan Allah akan hal ini :
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (syariah), dia berhak mendapatkan kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (QS Thaha [20]: 124).
oleh:Widjil Widodo
Selengkapnya...

Jumat, 12 Desember 2008

Kelinci & kura-kura

Di suatu masa di suatu dimensi, kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat.
Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya. Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi, "Ah, gue istirahat dulu, ntar klo si kura-kura dah deket baru gue lari lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon (gak di atas pohon karena kelinci gak bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules.

Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu lari. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.

Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya

Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan (Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri, ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue kalah" pikir kelinci. Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini loe... Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini pasti gue yang menang".
Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk, siapa takut?"
Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish. Beneran juga, kelinci yang menang; Sumpeh dehhhhhhhh.

Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon .

Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke suatu tempat. "Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?"
Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura.
"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang." pikir kelinci. Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. "Duh, gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi" termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai.
Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.

Moral : ketahuilah.. .jikalau punya kemampuan dan ubah keadaan sesuai kemampuan yang kita punya

Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita bareng-bareng."
Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish. Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.

Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg lainnya .

Hikmah :
1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon.
2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .
3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan kelebihan pribadi
4. jangan menyerah bila gagal .
5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan .
6. perbedaan bukanlah suatu kendala untuk bekerja sama. meskipun ada perbedaan, namun kita tetap bisa saling bekerja sama; dan justru terkadang dengan adanya perbedaan itulah muncul suatu kebaikan / keuntungan bersama.
Selengkapnya...

Kamis, 11 Desember 2008

Rela melepaskan

Ada sebuah perusahaan besar yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab:

>Anda sedang mengendarai motor ditengah malam gelap gulita dan hujan lebat disebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian bis satu-satunya di daerah itu. Di perhentian bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan bis:

* Seorang nenek tua yang sekarat
* Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.
* Seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan.
Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng Anda, siapakah yang akan Anda ajak? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!

Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
* Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat.Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang.
* Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi kalo dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu kan. Namun, kita tidak akan pernah tahu kapan kita mendapatkan kesempatan itu lagi.
* Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian Anda akan kandas selamanya.Jadi yang mana yang Andapilih?
.
..
...
....
.....
......
.......
......
.....
....
...
..
.
Dari 2000 an orang pelamar hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut tidak akan menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat:
* Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal di sana dengan Sang idaman hati saya untuk menunggu bis kembali menolong kami.
........
........
Ya..jawaban diatas adalah jawaban yang terbaik bukan?tapi kenapa sebagian besar hal tersebut tidak kita pikirkan sebelumnya?? ? Apakah karena kita terbiasa dengan tidak mau untuk melepas apa yang sudah kita dapatkan ditangan dengan susah payah. Dan bahkan berusaha meraih lagi sebanyak-banyaknya? Ataukah karena orang tersebut seorang pemburu sejati???
:)

Terkadang... dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki, melepaskan kekeraskepalaan kita, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar.

"sesudah kesusahan pasti datang kemudahan"
Selengkapnya...

Senin, 08 Desember 2008

Gratis NSP

Anda mau NSP Gratis? Dapatkan 5 NSP GRATIS dari Buletin SMAN1G untuk tiap bulannya.

Caranya mudah, cukup dengan berkontribusi dalam Buletin SMAN1G dengan cara mengirimkan buletin/artikel/tulisan Anda, Anda berpeluang mendapatkan 5 NSP Gratis setiap bulannya.

Syaratnya :

* Artikel boleh ditulis dalam bahasa Indonesia / bahasa asing.
* Tema bebas, yang penting bersifat membangun.
* Tulisan adalah karya asli penulis atau dapat berupa saduran dari sumber lain dengan menyebutkan sumber aslinya.
* Dikirimkan ke smun1gml@yahoo.com dalam format file Ms. Word.
* Program ini hanya berlaku bagi pelanggan TELKOMSEL.

Setiap bulannya akan dipilih 2 orang pemenang dengan masing-masing pemenang mendapatkan 2 buah NSP gratis. Setiap pemenang boleh mendaftarkan 2 nomor HP.

Selain itu, Buletin SMAN1G juga akan memberikan 1 NSP GRATIS tambahan buat 1 orang pengirim komentar favorit setiap bulannya.

Nama-nama pemenang akan diumumkan di Buletin SMAN1G pada setiap bulannya.
Selengkapnya...

Senin, 01 Desember 2008

About Buletin SMAN1G


Assalamu'alaikum wr wb.

Buletin SMAN1G ini adalah buletin board nya anak-anak SMAN 1 Gemolong.
Buletin ini digunakan untuk menampung buletin-buletin yang pernah di posting di friendster.
Melalui buletin ini diharapkan bisa mengajak teman-teman semua untuk bisa memnfaatkan fasilitas yang ada, mengajak pada sesama untuk menjadi manusia yang lebih berguna, mengajak kepada kebaikan.
Kami berharap semoga dengan munculnya buletin ini bisa memberi inspirasi & bermanfaat untuk semua, khususnya kami sendiri.
Akhirnya, saya mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian pembaca semua, dan mohon maaf bila ada salah-salah kata.
Terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr wb.

STOP Global Warming, STOP Make SPAM
Selengkapnya...